Sekilas info: ada temen yg mo kerja sebagai translator di morowali (sulteng), prefer cowo tp cewe jg boleh. Dikasih makan 3x sehari dan tempat tinggal. Ke sana 3 bulan, trus off (libur) di jkt 10 hari tp gaji jalan terus, tiket pp 3 bln sekali ditanggung. Gaji masih bisa nego, tp 7jt ke atas (update pnawaran trakhir 9jt). Mau cari yg bisa baca dan tulis mandarin.
Wednesday, July 2, 2014
Monday, June 30, 2014
Wednesday, June 18, 2014
晚上时脑海里浮出的一些话
有的时候真的认为simplicity is the best. 人就因为想的太远才使得当下的生活过得並不愉快。
该准备的未来到底有多远?该到怎么样的程度才是”准备好了“?
一样的状况,我们卻会有不同的感受。活得愉快不愉快的差距是在于用怎么样的想法来面对。难题在于要是你的想法跟你身边的人有所不一样,你到底该不该坚持呢?
其实,坚持与固执之差是在于结果:成功的话人人说你是个坚持有企图心的人,失败的话是个固执过于冲动的人。所以何必在乎别人怎么说呢?
哎呀,说话总是比行动还有简单
Tuesday, April 29, 2014
Ada Harga Ada Barang (?)
Sering banget kita liat produk yang mirip tapi harga bisa beda jauh, dan biasanya klo ditanya, jawabannya gamblang aja "Ada harga ada barang, Bu. Yang ini harga memang lebih tinggi, tapi kualitas tentunya lebih bagus." Hmm... jadi terbentuklah di pikiran bahwa apabila kita menghendaki kualitas yang bagus, tak jarang kita perlu merogoh kocek lebih dalam demi untuk mendapatkan kualitas yang kita anggap pantas itu. Tapiiii...beberapa hari ini ada sedikit kesibukan di toko yang membuat gw mempertanyakan apakah benar konteks ada harga itu ada barang?
Beberapa hari yang lalu, gw bercakap-cakap sama seorang tukang pasang kacafilm mobil. "Sebetulnya gimana sih cara hitung pemakaian bahan dan ongkos pasang mobil?" Ya jujur saja, walaupun gw jualan kacafilm, tapi karena konsumen gw kebanyakan sales/tukang ataupun toko kaca, jadi gw lebih ngerti jual bahannya aja, sementara prakteknya ga sejago tukang2 pasang ini tentunya. Makanya begitu ada kesempatan, ga ada salahnya juga deh coba ngertiin lagi kan? Tapi jawaban mereka juga tidak detail,
"biasa klo mobil sih kurang lebih pakenya 3-3,5mtr ya.. kcuali mobil2 tertentu"
"trus ongkos pasangnya gmn? mana tau saya ada cust yg minta dipasang, kan bisa kenalin ke kamu"
"ya tergantung, Bu... Lagian klo mobil saya biasanya borongan. Klo mau bahannya tar saya ambil sama Ibu aja"
"Oh.. ya gpp deh. Memangnya tergantung apanya nih?"
"Tergantung mobilnya"
"Oh, jadi ada tabel gitu ya? Coba kasih tau saya Mas biasa org2 paling sering minta pasang mobil apa dan brp tarifnya?"
"Bukan Bu, tapi tergantung orangnya kira2 kaya gimana dan bawa mobil apa, harga dikira2 bisa masuk berapa"
Oooohh... hahaha.. jadi maksudnya, klo ada orang yang sanggup beli mobil BMW, pasti sanggup bayar kacafilm dengan harga lebih tinggi, walaupun mungkin film yang dipakai sama dengan film yang dipasang di mobi Innova misalnya. Jadi.. apakah term ada harga ada barang masuk dalam konteks ini? Hmm... gw rasa ngga juga ya?
Jadi teringat juga pernah ada satu kontraktor yang datang ke toko bercerita tentang proyek yang sedang dia tangani. Katanya, disana rumahnya buesaaarr sekaliii.. Untuk kamar mandinya saja, interiornya bisa habis ratusan juta (yet jarang ditinggalin tu rumah). Mobilnya ada 7, masing2 mobil ada satu sopir, tapi mobilnya jarang bgt dipake, setiap hari sopirnya ksana cuma manasin mobil aja, maju mundur di garasi, ngopi n baca koran. Bahkan bisa dibilang, sopir dan pembantu lah yang ninggalin rumah itu. Ada satu sopir yang jadi kepercayaan pemilik rumah, gadget si sopir aja keren bgt. Back to topic, jadi si sopir ini yang bertanggung jawab untuk proyek kontraktor yang jadi konsumen gw ini. Dan setelah cerita ini itu, si kontraktor pun mengutarakan bahwa dirinya ingin mencari sandbast yang paling murah. Jadi selain pilihan sandblast TAKI dan TOP COLOUR, memang ada juga sandblast korea yang harganya jauh lebih murah. "Tapi sandblast ini lambat keringnya loh Pak, dan mungkin bisa ada bintik2 selama 3-5 hari baru hilang. Pemasangannya juga tidak boleh terlalu banyak samponya. Memang sih harganya jauh lebih murah dari sandblast yang biasa orang2 pakai." "Ya sudah, itu saja, saya ambil 2 roll" Well... setelah itu pun sempat balik lagi si Bapak Kontraktor karena ada tambahan 1 roll lagi.. Jadi, rumah sebesar dan sebagus itu pun akhirnya dikasiin sandblast murah dengan kualitas yang tidak sebagus standardnya (gausah ditanya berapa harga yang dimasukin si bapak kontraktor ke si sopir, yang kemudia di-up lagi sebelum dilaporkan ke si pemilik rumah).
Jadi moral of the story: Ga semua barang yang mahal itu berarti bagus. Klo tidak ingin kena "ketok" harga, knowledge is the key to save your pocket. Kaya kata peribahasa mandarin, 貨比三家 (bandingin dulu barang ke tiga tempat)
Beberapa hari yang lalu, gw bercakap-cakap sama seorang tukang pasang kacafilm mobil. "Sebetulnya gimana sih cara hitung pemakaian bahan dan ongkos pasang mobil?" Ya jujur saja, walaupun gw jualan kacafilm, tapi karena konsumen gw kebanyakan sales/tukang ataupun toko kaca, jadi gw lebih ngerti jual bahannya aja, sementara prakteknya ga sejago tukang2 pasang ini tentunya. Makanya begitu ada kesempatan, ga ada salahnya juga deh coba ngertiin lagi kan? Tapi jawaban mereka juga tidak detail,
"biasa klo mobil sih kurang lebih pakenya 3-3,5mtr ya.. kcuali mobil2 tertentu"
"trus ongkos pasangnya gmn? mana tau saya ada cust yg minta dipasang, kan bisa kenalin ke kamu"
"ya tergantung, Bu... Lagian klo mobil saya biasanya borongan. Klo mau bahannya tar saya ambil sama Ibu aja"
"Oh.. ya gpp deh. Memangnya tergantung apanya nih?"
"Tergantung mobilnya"
"Oh, jadi ada tabel gitu ya? Coba kasih tau saya Mas biasa org2 paling sering minta pasang mobil apa dan brp tarifnya?"
"Bukan Bu, tapi tergantung orangnya kira2 kaya gimana dan bawa mobil apa, harga dikira2 bisa masuk berapa"
Oooohh... hahaha.. jadi maksudnya, klo ada orang yang sanggup beli mobil BMW, pasti sanggup bayar kacafilm dengan harga lebih tinggi, walaupun mungkin film yang dipakai sama dengan film yang dipasang di mobi Innova misalnya. Jadi.. apakah term ada harga ada barang masuk dalam konteks ini? Hmm... gw rasa ngga juga ya?
Jadi teringat juga pernah ada satu kontraktor yang datang ke toko bercerita tentang proyek yang sedang dia tangani. Katanya, disana rumahnya buesaaarr sekaliii.. Untuk kamar mandinya saja, interiornya bisa habis ratusan juta (yet jarang ditinggalin tu rumah). Mobilnya ada 7, masing2 mobil ada satu sopir, tapi mobilnya jarang bgt dipake, setiap hari sopirnya ksana cuma manasin mobil aja, maju mundur di garasi, ngopi n baca koran. Bahkan bisa dibilang, sopir dan pembantu lah yang ninggalin rumah itu. Ada satu sopir yang jadi kepercayaan pemilik rumah, gadget si sopir aja keren bgt. Back to topic, jadi si sopir ini yang bertanggung jawab untuk proyek kontraktor yang jadi konsumen gw ini. Dan setelah cerita ini itu, si kontraktor pun mengutarakan bahwa dirinya ingin mencari sandbast yang paling murah. Jadi selain pilihan sandblast TAKI dan TOP COLOUR, memang ada juga sandblast korea yang harganya jauh lebih murah. "Tapi sandblast ini lambat keringnya loh Pak, dan mungkin bisa ada bintik2 selama 3-5 hari baru hilang. Pemasangannya juga tidak boleh terlalu banyak samponya. Memang sih harganya jauh lebih murah dari sandblast yang biasa orang2 pakai." "Ya sudah, itu saja, saya ambil 2 roll" Well... setelah itu pun sempat balik lagi si Bapak Kontraktor karena ada tambahan 1 roll lagi.. Jadi, rumah sebesar dan sebagus itu pun akhirnya dikasiin sandblast murah dengan kualitas yang tidak sebagus standardnya (gausah ditanya berapa harga yang dimasukin si bapak kontraktor ke si sopir, yang kemudia di-up lagi sebelum dilaporkan ke si pemilik rumah).
Jadi moral of the story: Ga semua barang yang mahal itu berarti bagus. Klo tidak ingin kena "ketok" harga, knowledge is the key to save your pocket. Kaya kata peribahasa mandarin, 貨比三家 (bandingin dulu barang ke tiga tempat)
Friday, March 14, 2014
Resep Panna Cotta || 奶酪
Sejak pertama kali iseng DIY cookies n cake pas kuliah dulu, ada teman yang pernah request 奶酪 (atau yang belakangan baru tau kalo nama inggrisnya adalah Panna Cotta). Well...berhubung aku sendiri suka mood2an bikinnya, jadi setelah AGAK lama (ya..kira2 3 tahun lah) baru finally dibuat nih 奶酪 setelah ditagihin mulu. Ternyata mudah sekalii!!
Bahan yang digunakan:
- Susu 500g
- Gula 50g
- Whipped cream 250g
- Gelatin 4pcs
Cara membuat:
1. Rendam gelatin dengan air dingin hingga lunak
2. Panaskan susu dan gula hingga kurang lebih 65 derajat, matikan api
3. Masukan gelatin dan aduk hingga gelatin larut (ingat, gelatin dimasukan SETELAH api dimatikan ya)
4. Masukan whipped cream, aduk rata
5. Tuang kedalam wadah dan simpan di kulkas (bukan freezer), tutup wadah agar permukaan tidak kering
Untuk hasil yang aku buat kemarin ini, aku menggunakan susu greenfield low-fat (untuk menghibur diri). Buat yang ga berani minum susu, jangan khawatir, tidak terlalu berasa kok susunya. Hasil yang kemarin dibuat teksturnya aga terlalu lembut bagi sebagian orang (yang mungkin lebih suka bila agak padat dikit seperti puding), jadi boleh juga menambahkan gelatinnya 1 lembar lagi atau mengurangi kadar susunya sedikit. Aku sendiri sih lumayan suka teksturnya..
Selai Stroberi Beli Jadi
Untuk bagian atasnya, cara yang paling simple adalah menggunakan selai yang dijual botolan (aku menggunakan selai stroberi yang ada potongan stroberinya). Tambahkan sedikit saja (sampai permukaan tertutupi agar cantik), tidak perlu terlalu banyak atau rasanya akan kemanisan. Tapi bila kamu memang lebih suka manis, tentu saja bisa disesuaikan dengan selera.
DIY Selai Markisa
Cara lainnya adalah dengan membuat selai sendiri. Kemarin ini saya juga membuat selai markisa:
Bahan:
- Markisa 1.000g
- Gula 500g
- Lemon 1 butir
Cara membuat:
1. Keluarkan daging buah markisa
2. Tambahkan gula dan diamkan semalaman di dalam kulkas
3. Tuang semuanya ke panci, masak hingga mendidih dengan api besar
4. Kecilkan api dan masak hingga mengental
5. Masukan perasan lemon dan terus masak dengan api kecil
6. Simpan dalam wadah ketika masih panas
Karena saya gamau bikin banyak, kemarin ini saya cuma pakai kira2 saja buahnya, dan gulanya saya masukan setengah dari gram buahnya (saya liat ratio nya begitu, gatau sih bener apa ga :p). Saat dimasak, saya merasa agak cair, jadi masaknya aga sdikit lama..dan setelah diingat2, sepertinya saya ga masukin lemon. Hahahahaha... mungkin itu sebabnya kenapa hasilnya aga terlalu lengket seperti permen (Bila bukan karena saya masak kelamaan, soalnya saya liat hasilnya cair dan tidak kental, jadi saat itu saya kira karena masaknya kurang lama..taunya setelah dingin jadi aga terlalu kaku). Untuk menyiasatinya, saya mengambil sedikit "adonan permen markisa" itu dan menambahkan air panas. Perbandingan air panas dan adonan selai ini dikira2 saja sampai mendapatkan tekstur yang dimau. Hasilnya ternyata enak!! Ada rasa crunchy yang datang dari biji markisa, dan teksturnya sudah mengental dan menjadi perfect untuk dicampurkan dengan Panna Cottanya (walau 2 yang saya kasih ke teman saya tidak saya apa2kan, entah bagaimana jadinya)
DIY Lapisan Mangga
Sebetulnya ini yang mau saya buat!! Sayang saat dibuat, sedang tidak musim mangga :( Well, tetap saja saya sharing ya..Siapa tau ada kesempatan buat lain kali.. *wish*
Note: Buatlah lapisan mangga SETELAH Panna Cotta mengeras
Bahan:
- Mangga 1 butir besar
- Gula 20g
- Gelatin 1pcs
Cara membuat:
1. Potong mangga dengan bentuk kotak-kotak kecil, sementara sisa bagian tengahnya diperas dengan tangan hingga jusnya keluar.
2. Masak jus mangga tadi dengan gula hingga kurang lebih 60 derajat Celcius, matikan api.
3. Masukan gelatin, aduk hingga larut
4. Masukan potongan mangga, aduk rata
5. Taruh lapisan di atas Panna Cotta yang sudah mengeras
6. Simpan kembali ke kulkas
DONE!
Yang mana top-coat pilihanmu? Mudah-mudahan sukses yach...
Cara buatnya mudah dan cepat, dan semua yang makan bilang enak (so far), jadi saya mungkin akan bikin lagi saat mangga sudah musim, well.. maybe :p
Wednesday, October 23, 2013
random thought
Ternyata mendedikasikan diri untuk rutin menulis blog itu tidak mudah, kali ini pun sudah beberapa minggu berlalu from my last blog update ya? Memang sih my friend said, "You don't need to force yourself to write, just write when you feel to" (cukup melegakan dan memberikan peluang untuk mengurangi rasa bersalah karena dah menyia2kan space di ruang internet ini :p), tapi pengen rasanya bisa post more and more..
Bcoz, I really really really want to keep more things in this blog, karena berdasarkan pengalaman di blog sebelumnya, selalu menarik untuk membaca post2an yg lalu. Funny to flash back what happened in those moments, kadang beberapa tulisan bahkan bikin mikir "Ini gua nih yg tulis nih?" Hahahaha...
Luckily, sudah ada beberapa resep yang sudah kami (Yulie and I) buat bersama, jadi untuk beberapa waktu ke depan, I shall upload those experiments.. Coba diniatkan untuk post at least 1 post per week ah.. bisa tahan berapa lama ya... XD
Bcoz, I really really really want to keep more things in this blog, karena berdasarkan pengalaman di blog sebelumnya, selalu menarik untuk membaca post2an yg lalu. Funny to flash back what happened in those moments, kadang beberapa tulisan bahkan bikin mikir "Ini gua nih yg tulis nih?" Hahahaha...
Luckily, sudah ada beberapa resep yang sudah kami (Yulie and I) buat bersama, jadi untuk beberapa waktu ke depan, I shall upload those experiments.. Coba diniatkan untuk post at least 1 post per week ah.. bisa tahan berapa lama ya... XD
Thursday, September 5, 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)
