Showing posts with label life learning. Show all posts
Showing posts with label life learning. Show all posts

Saturday, November 22, 2014

Bercocok tanam dimulai dari instagram

Hmmm... dari kemarin rasanya kepikiran untuk berkebun terus... semalaman mantengin instagram @ayoberkebun dan liat2 hasil berkebun yang dipajang sama ownernya (setelah sblmnya nyari2 via hashtag ig,kayanya ini yg menawarkan harga cukup murah dengan banyak pilihan bibit, dan sejak itu..sudah beberapa hari liatin foto2nya yang memang cukup menarik)

Setelah membulatkan tekad, akhirnya aku pun membulatkan tekad untuk memesan bibit.. cuma ga nyangka aja..akhirnya naksir sampe 16 bibit!! Padahal gatau mau tanam dimana n gimana cara tanamnya. Pokoknya beli dulu 😅😅

Sebelum beli, ada line an sama ownernya dan ternyata owner sangat baik sekali. Sabar banget jawabin pertanyaan2ku dengan ramah. Jadi makin puas belanjanya. Tadinya sih niatnya batasin diri beli 10 bibit aja, cuma karena keramahan owner, malah jadinya beli 16 bibit ditambah hydrogel 😆😆 Bibit sudah dibayar dan akan dikirim hari senin dengan waktu perkiraan pengiriman 3-5hari..oh wow! Can't wait!! Owner ga maksa sama skali, malah bisa ngasih tau mana yang bisa ditanam pake hydrogel, mana yang bisa ditanam di vertical garden, dan mana yang membutuhkan tanah luas. Prosek pembuatan vertical garden saat ini terus menghantui pikiranku..entah apakah bisa dibuat.. masih belum coba buat...

Sambil nunggu bibit nyampe, PR sekarang adalah mempelajari tentang media tanam dan pemupukan. Tadi siang sih ada iseng2 cek hashtag berkebun, dan ada satu akun (@angkeuandrianti) yang dengan ramah berbagi pengalaman bercocok tanamnya..katanya dia memakai media arang sekam campur tanah dan menggunakan pralon pvc sebagai wadah untuk sayuran kangkung, selada, dan sawi yang dipanennya. Pralon!! Klo itu mah aku punya banyak 😈😈 cuma apa ya arang sekam itu? Klo cek di google sih katanya sekam padi yang dibakar tapi tidak jadi abu. Harga bisa 1.000/kgnya. Tapi di komplek prumahan gini, gatau deh jatohnya jadi berapa.. ini yang masih harus dicaritahu lagi.. mudah-mudahan masalah media tanam bisa teratasi sebelum bibit tiba.. ga sabar rasanya!! ^^

Friday, October 24, 2014

First day in celfit

Setelah pergi ke celfit PJ untuk redeem dan merasa bahwa harganya harusnya bisa kurang lagi, saya menyempatkan diri mampir ke celfit foodcentrum di sunter keesokan harinya. Kebetulan ada teman yang sudah member disana.

Ternyata celfit foodcentrum adalah celfit express, sehingga tempat lebih kecil dan peralatan pun tidak selengkap di PJ. Fyi, untuk membedakan, umumnya celfit express didominasi warna oren, sementara celfit yang lebih komplit (gatau apa istilahnya :p) itu didominasi warna ungu.

Sampai disana, saya ditemani oleh marketing R. R asik juga orangnya, bicara dengan dia swpweri bicara dengan teman, dia juga tidak memaksa2 untuk segera daftar. Sama seperri di PJ, R juga mengukur BMI dan mengajak saya melihat2 tempat dan fasilitas yang ada. Saat saya tanya, baru R menjelaskan tentang biaya membership. Dan tebak! Ternyata harganya lebih mahal daripada di PJ karena masih ada admision fee lagi sebesar 300k (yang bisa didiskon jadi 150k karena katanya mereka lagi ada pameran di suntermall saat itu.) Alhasil..saya pun merasa bersalah dengan marketing T di PJ.. ternyata dia memang sudah memberikan harga paling murah 😅😅 Saya pun membulatkan tekad untuk mendaftar all club di PJ seharga 521k.

Tekad itu pun saya realisasikan tadi. Sedikit was2 juga sebetulnya saat melangkahkan kaki dan minta bertemu dengan T. Gimana klo penawaran kmrn tdk berlaku lagi?

Tapi ternyata masih bisa... hanya saja ada kendala karena saya bukan pemegang kartu kredit ANZ, sehingga untuk all clubnya ga bisa 521k, melainkan 579k 😲😱😱😵 Setelah berunding sana sini, akhirnya saya tetap jadi member, tapi hanya di single club, sehingga jatuhnya hanya 496k/bln. T menginfokan bahwa, apabila di kmudian hari saya lebih sering di sunter, saya bisa menggunakan fasilitas transfer club yang bebas biaya dan bisa transfer bolak balik, tinggal minta ke CS saja.

Setelah deal, ada CS yang menjelaskan tentang peraturan, hak dan kewajiban. Tidak seperti yang beredar di dunia maya, CS tidak menutup2i soal pinalti bila berhenti fitnes dalam 1 tahun. Malah afa 1 lbr kertas berisi tabel yg khusus menginfokan ttg penalti, biaya cuti, perpanjangan pt, loker sepatu, biaya keyerlambatan, dll. Calon member diwajibkan menandatangani lembaran itu sebagai bukti sudah membaca dan mengerti peraturan tersebut.

Setelah urusan administrasi selesai, saya pun diperkenalkan dengan pt saya, C. Pertama2, C menjelaskan tentang struktur tubuh, menghitung proporsi tubuh saya, menilai resiko penyakit, memperkenalkan struktur tulang dan risiko kecelakaan di gym. Lalu dilanjutkan dengan mempelajari pola makan saya dan memberikan instruksi makan yang disarankan untuk membentuk pola hidup sehat. Selanjutnya C pun menjelaskan secara singkat mengenai jenis-jenis olahraga dengan perbandingan waktu dan lemak yang terbakar. Setelah beres semua, maka saya pun dipersilahkan ke ruangan loker dan memulai debut perdana gym saya.... yang mana sangat memalukan sekali....😰😰😰😧😳😶😶

Bisa dibilang, hari ini saya tidak melakukan banyak gerakan..saya pesimis bahwa besok otot2 saya bisa merasa pegal. Soalnya hari ini nafas saya benar2 ga kuat (maklum lah ya.. derita org ndut :p) cardio 2 set pertama masih oke, set kedua mulai ngos2an... saat ganti gerakan, perut bagian kanan mulai nyeri. Keluhan ini saya sampaikan ke C, maka C pun mengganti gerakan yang ditekankan ke perut, seperti sit up dll. Tapi lagi2 saya merasa punggung sebelah kiri rasanya pegal sekali sampai tidak bisa melanjutkan gerakan. C sempat mengganti gerakan lain (masih untuk melatih otot perut), dan hal itu masih saya rasakan. Awalnya saya kira itu hal yang wajar karena sebelumnya tidak pernah olahraga, tapi nyatanya C bilang seharusnya tidak akan mempengaruhi bagian punggung belakang. Jreng jreng... mungkin tulang punggung saya ada sdikit tidak pada tempatnya :p Untuk menghindari cedera latihan, maka latihan pun diganti dengan mengencangkan otot lengan. Yang kemudian ditutup sengan streching karena saya sudah terlihat pucat dan mulai merasa mual (tadinya masih ada 2 action lagi seharusnya).

Sumpah... diantara sederatan exercise hari ini, cuma streching yang paling menyenangkan 😆😆😅😅

Tapi harus diakui, sering saya melakukan gerakan yg saya kira sudah meniru instruksi pt, tapi ternyata ada posisi yang salah sehingga dibenerin sama ptnya dan baru bener2 berasa ada otot yg terlatih. Intinya sih.. klo kamu merasa mudah sekali melakukan gerakan tersebut, besar kemungkinan ada salah gerakan. Karena gerakan yang benar pasti menimbulkan kesan pegal atau otot yang seperti ketarik.

Yah, mudah2an saja saya bisa terus bertahan dan berhasil menjalankan latihan dgn baik. Mudah2an tangan dan prut (trutama) bisa mengecil dan kencang for the sake of my wedding gown.. cemunguuuddhhh!!!

Tuesday, April 29, 2014

Ada Harga Ada Barang (?)

Sering banget kita liat produk yang mirip tapi harga bisa beda jauh, dan biasanya klo ditanya, jawabannya gamblang aja "Ada harga ada barang, Bu. Yang ini harga memang lebih tinggi, tapi kualitas tentunya lebih bagus." Hmm... jadi terbentuklah di pikiran bahwa apabila kita menghendaki kualitas yang bagus, tak jarang kita perlu merogoh kocek lebih dalam demi untuk mendapatkan kualitas yang kita anggap pantas itu. Tapiiii...beberapa hari ini ada sedikit kesibukan di toko yang membuat gw mempertanyakan apakah benar konteks ada harga itu ada barang?

Beberapa hari yang lalu, gw bercakap-cakap sama seorang tukang pasang kacafilm mobil. "Sebetulnya gimana sih cara hitung pemakaian bahan dan ongkos pasang mobil?" Ya jujur saja, walaupun gw jualan kacafilm, tapi karena konsumen gw kebanyakan sales/tukang ataupun toko kaca, jadi gw lebih ngerti jual bahannya aja, sementara prakteknya ga sejago tukang2 pasang ini tentunya. Makanya begitu ada kesempatan, ga ada salahnya juga deh coba ngertiin lagi kan? Tapi jawaban mereka juga tidak detail,
"biasa klo mobil sih kurang lebih pakenya 3-3,5mtr ya.. kcuali mobil2 tertentu"
"trus ongkos pasangnya gmn? mana tau saya ada cust yg minta dipasang, kan bisa kenalin ke kamu"
"ya tergantung, Bu... Lagian klo mobil saya biasanya borongan. Klo mau bahannya tar saya ambil sama Ibu aja"
"Oh.. ya gpp deh. Memangnya tergantung apanya nih?"
"Tergantung mobilnya"
"Oh, jadi ada tabel gitu ya? Coba kasih tau saya Mas biasa org2 paling sering minta pasang mobil apa dan brp tarifnya?"
"Bukan Bu, tapi tergantung orangnya kira2 kaya gimana dan bawa mobil apa, harga dikira2 bisa masuk berapa"
Oooohh... hahaha.. jadi maksudnya, klo ada orang yang sanggup beli mobil BMW, pasti sanggup bayar kacafilm dengan harga lebih tinggi, walaupun mungkin film yang dipakai sama dengan film yang dipasang di mobi Innova misalnya. Jadi.. apakah term ada harga ada barang masuk dalam konteks ini? Hmm... gw rasa ngga juga ya?

Jadi teringat juga pernah ada satu kontraktor yang datang ke toko bercerita tentang proyek yang sedang dia tangani. Katanya, disana rumahnya buesaaarr sekaliii.. Untuk kamar mandinya saja, interiornya bisa habis ratusan juta (yet jarang ditinggalin tu rumah). Mobilnya ada 7, masing2 mobil ada satu sopir, tapi mobilnya jarang bgt dipake, setiap hari sopirnya ksana cuma manasin mobil aja, maju mundur di garasi, ngopi n baca koran. Bahkan bisa dibilang, sopir dan pembantu lah yang ninggalin rumah itu. Ada satu sopir yang jadi kepercayaan pemilik rumah, gadget si sopir aja keren bgt. Back to topic, jadi si sopir ini yang bertanggung jawab untuk proyek kontraktor yang jadi konsumen gw ini. Dan setelah cerita ini itu, si kontraktor pun mengutarakan bahwa dirinya ingin mencari sandbast yang paling murah. Jadi selain pilihan sandblast TAKI dan TOP COLOUR, memang ada juga sandblast korea yang harganya jauh lebih murah. "Tapi sandblast ini lambat keringnya loh Pak, dan mungkin bisa ada bintik2 selama 3-5 hari baru hilang. Pemasangannya juga tidak boleh terlalu banyak samponya. Memang sih harganya jauh lebih murah dari sandblast yang biasa orang2 pakai." "Ya sudah, itu saja, saya ambil 2 roll" Well... setelah itu pun sempat balik lagi si Bapak Kontraktor karena ada tambahan 1 roll lagi.. Jadi, rumah sebesar dan sebagus itu pun akhirnya dikasiin sandblast murah dengan kualitas yang tidak sebagus standardnya (gausah ditanya berapa harga yang dimasukin si bapak kontraktor ke si sopir, yang kemudia di-up lagi sebelum dilaporkan ke si pemilik rumah).

Jadi moral of the story: Ga semua barang yang mahal itu berarti bagus. Klo tidak ingin kena "ketok" harga, knowledge is the key to save your pocket. Kaya kata peribahasa mandarin, 貨比三家 (bandingin dulu barang ke tiga tempat)